Sukabumi – Kompas Rakyat

Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur kembali dibuktikan. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi berhasil merampungkan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, yang kini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

Melalui Program Pembangunan Infrastruktur Tahun Anggaran 2026, pekerjaan rehabilitasi irigasi permukaan tersebut dilaksanakan oleh UPTD Wilayah Palabuhanratu dengan pelaksana pihak ketiga, CV Berebet Jaya, menggunakan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp187.651.944,09 dengan target waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Drs. Uus Pirdaus, menegaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air demi menunjang kesejahteraan masyarakat.

“Rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Uus.

Keberhasilan proyek tersebut langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Citepus. Para petani mengaku bersyukur karena aliran air yang sebelumnya kurang optimal kini kembali mengalir dengan lancar menuju areal persawahan.

Masyarakat menilai pembangunan tersebut menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap kebutuhan infrastruktur dasar yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian serta pengelolaan sumber daya air.

Selain memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, rehabilitasi saluran irigasi juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kerusakan jaringan di masa mendatang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat sekitar.

Warga berharap pemerintah terus menjaga kualitas pembangunan infrastruktur dengan mengedepankan standar konstruksi yang baik, sehingga setiap proyek yang dilaksanakan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki daya tahan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.

Keberhasilan rehabilitasi jaringan irigasi DI Citepus menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

(Lelly)