Wali Kota Bekasi Ikut Santap MBG Prasmanan di SMK YATINDO, Jadi Role Model Inovasi Penyajian di Sekolah.

Bekasi kompas rakyat
Yayasan Tinta Emas Indonesia bekerja sama dengan SPPG Mustika Jaya menghadirkan inovasi penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di setiap kelas SMK Yatindo. Inovasi ini diharapkan menjadi role model bagi SPPG dan sekolah lain dalam mengembangkan sistem penyajian makanan bergizi yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut mengantre dan menikmati MBG prasmanan bersama para siswa. Kehadirannya menjadi momen untuk melihat secara langsung penerapan inovasi penyajian makanan bergizi di lingkungan sekolah.
Menurut Tri Adhianto, sistem prasmanan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka dalam menghabiskan porsi makanan.
“Dengan sistem prasmanan ini, siswa bisa menakar sendiri kebutuhan makanannya. Harapannya, makanan tidak mubazir karena selama ini ada kemungkinan porsi yang dibagikan terlalu banyak dan tidak semuanya habis. Dengan mengambil sesuai kebutuhan, makanan bisa lebih optimal dikonsumsi,” demikian pesan yang ingin ditekankan melalui penerapan sistem tersebut.
Konsep ini juga mendapat respons positif dari para siswa. Mereka terlihat antusias menikmati makanan yang disajikan. Meski menggunakan sistem prasmanan, proses pembagian tetap dibantu oleh para siswa agar pelaksanaannya berjalan tertib dan terorganisasi.
Selain mendorong pengurangan sisa makanan, sistem ini memberikan pengalaman makan bersama yang lebih menyenangkan. Siswa juga memiliki kesempatan untuk menambah porsi sesuai ketentuan yang berlaku apabila masih membutuhkan makanan.
Untuk menjaga antusiasme siswa, SMK Yatindo menerapkan pergantian menu setiap hari agar siswa tidak merasa bosan dengan hidangan yang sama. Variasi menu ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa dalam mengonsumsi makanan bergizi secara rutin.
Melalui kolaborasi Yayasan Tinta Emas Indonesia dan SPPG Mustika Jaya, inovasi MBG prasmanan di SMK Yatindo diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah dan SPPG lainnya. Model penyajian ini tidak hanya menekankan pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong kebiasaan mengambil makanan sesuai kebutuhan, mengurangi potensi makanan terbuang, serta membangun budaya makan bersama yang positif di lingkungan pendidikan.
(Nhl)








Leave a Reply