Sukabumi – Kompas Rakyat

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

Anggota DPRD Kita Sukabumi Fraksi PDIP Raden Koesoemo Hutaripto menilai Pancasila harus tetap menjadi pedoman bangsa di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi digital.

Ia mengatakan, Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia, terutama dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi kita, dadarkuta”, ujarnya.

 

Menurutnya, Pancasila merupakan lima dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai tersebut, kata dia, juga menjadi landasan dalam menjalankan demokrasi di Indonesia yang memiliki karakter berbeda dengan demokrasi liberal maupun demokrasi sosialis.

” Dengan Pancasila ini kita dapat mengamalkan Lina sila sebagai patokan hidup kita Alhamdulillah Negara kita dengan lima Sila ini berpatokan pada demokrasi Pancasila,” kata Raden. Rabu (30/9/29/026).

Ia juga menyinggung sejumlah aspek sejarah terkait peristiwa yang melatar belakangi Hari Kesaktian Pancasila hingga kini masihmenjadi bahan kajian.

Karena itu ujar Raden, masyarakat perlu memahami sejarah secara propesional dan tidak mudah menerima informasi yang belum terverifikasi.

” Kalau dari bahasa sejarah masih agak debatable sampai hari ini pun masih ada pengkajian,” tuturnya.

 

Lebih jauh, ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada saremoni, tetapi mampu membuat nilai- nilai Pancasila benar – benarmembumi ditengah masyarakat.

” Harapannya dengan Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober, Pancasila bisa meresap, bisa membumi di warga, dan Pancasila menjadi dasar pandangan umum daripada bangsa Indonesia, InsaAllah dengan Pancasila bangsa ini akan maju,” unpkapnya.

 

Pesan khusus juga disampaikannya kepada generasi Gen Z yang saat ini tumbuh kembang teknologi dan media sosial yang begitu cepat, ia meminta generasi muda tetap memegang nilai Pancasila meskipun zaman terus mengalami perubahan.

” Untuk Gen Z yang saya harapkan meskipun zaman sudah berubah, tapi Pancasila tidak terbelakang dimakan oleh waktu,” katanya.

Ia mendorong generasi muda untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai Pancasila, mulai dari sika Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, ia mendorong adanya kemampuan forensik AI yang dapat membantu mengidentifikasi konten hasilmanipulasi teknologi.

” Saya rasa aparatur juga perlu ada Forensik AI kedepan Satu bagian yang bisa meneliti ini, susunan gambarnya, bunding AI dan lain – lain karena antara gambar yang realistis dengan AI itu sekarang hampir mirip,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan masyarakat dalam menyaring informasi. Setiap informasi yang diterima, perlu diperiksa kembali kebenarannya sebelum dipercaya maupun disebarluaskan,

” Kedepannya kita pun sebagai masyarakat harus bijak dalam menerima informasi, bagaimana informasi ini benar. Akurat atau tidak,” pungkasnya. ( Lelly )